MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA (Pengaruah Deterjen Terhadapt Perkecambahan Kacang Hijau)

                                         MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

(Pengaruah Deterjen Terhadapt Perkecambahan Kacang Hijau)

 

 A.    Tujuan Percobaan

·                     Mengamati pengaruh deterjen terhadap perkecambahan kacang hijau

 B.      Alat dan Bahan

-          Sendok The 1 buah

-          Gelas plastic 12 buah

-          Kertas tisu secukupnya

-          Kertas label secukupnya

-          Mistar dengan skala mm 1 buah

-          Gelas Kimia 100 mL 1 buah

-          Air secukupnya

-          Deterjen bubuk 1 gram

-          Kardus

C.     Landasan Teori

Perkecambahan adalah proses munculnya kecambah dari biji yang ditandai dengan keluarnya radikula (akar embrio) dan plumula (calon batang). Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal (cadangan makanan, viabilitas biji, enzim) dan faktor eksternal (air, oksigen, suhu, cahaya, serta kondisi lingkungan). 

 

Air berperan penting dalam perkecambahan karena memicu hidrasi biji, mengaktifkan enzim, dan melunakkan kulit biji sehingga embrio dapat berkembang. Namun, keberadaan zat kimia tertentu dalam air, seperti deterjen, dapat mengganggu proses ini. 

 

Deterjen merupakan bahan pembersih yang mengandung surfaktan, fosfat, dan zat aditif lain. Surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan air, merusak membran sel, serta mengganggu metabolisme embrio. Fosfat dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Akibatnya, biji yang direndam dalam larutan deterjen mengalami hambatan dalam penyerapan air, kerusakan jaringan embrio, dan penurunan aktivitas enzim. 

 

Semakin tinggi konsentrasi deterjen, semakin besar pengaruh negatif terhadap perkecambahan. Pada konsentrasi rendah, pengaruhnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi tetap dapat menurunkan kualitas pertumbuhan kecambah. Oleh karena itu, deterjen termasuk salah satu polutan yang berbahaya bagi lingkungan, khususnya bagi tumbuhan yang bergantung pada air bersih untuk tumbuh.

 

D.    Prosedur percobaan (Cara Kerja)

1.      Sediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12.50%, 6.25%, 3.10% serta Kontrol yang berupa air murni tanpa campuran deterjen. Lalai simpan cairan dengan gelas yang tekah di beri label sebagai berikut :

-          Label I             = 100%

-          Label II           = 50%

-          Label III          = 25%

-          Label IV          = 12.5%

-          Label V           = 6,25%

-          Label VI          = 3.10%

-          Label Kontrol = Air Murni tanpa campura deterjen

 

2.      Cara Menyediakan larutan

a.       Larutkan, satu gram deterjen serbuk ke dalam air hingga 1000mL, kemudian beri label 100%

b.      Ambil 500mL laruran deterjen 100%, lalu tambahkan air hingga 1000ml, kemudian beri label 50%.

c.       Ambil 500ml larutan deterjen 50%, lalu tambahkan air hingga 1000ml, kemudian beri label 25%

d.      Ambil 500ml larutan deterjen 25%, lalu tambahkan air hingga 1000ml, kemudian beri label 12.5%.

e.       Ambil 500ml larutan deterjen 12.5%, lalu tambahkan air hingga 1000ml, kemudian beri label 6.25%

f.       Ambil 500ml larutan deterjen 6,25%, lalu tambahkan air hingga 1000ml, kemudian beri label 3.10%

3.      Sediakan gelas lain lagi, beri label Kontrol, I, II, III, IV, V, dan VI, masing-masing diberi gulungan kertas tisu.

4.       Masukan kacang hijau kedalam air pada gelas. Buanglah kacang yang mengapung, sementara yang tenggelam yang digunakan dalam percobaan ini (kacang hijau pilihan).

5.      Dari kacang hijau terpilih, ambil 10 butir lalu rendam dalam larutan I, 10 butir kedalam larutan II, 10 butir kedalam larutan III, 10 butir kedalam larutan IV, 10 butir kedalam larutan V, 10 butir kedalam larutan VI, 10 butir kedalam larutan Kontrol, biarkan rendaman selama 5 menit.

6.      Aturlah kacanh hijau dalam gelas kimia dengan label yang sesuai.

7.      Isilah gelas yang telah diisi kacang hijau tersebut dengan larutan yang berlabel sama, kira-kira 100ml.

8.      Tutup semua gelas dengan kardus sehingga tidak ada cahaya yang masuk.

9.      Lakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Pada setiap pengamatan, ukurlah panjang akar dengan mistar. Kacang hijau yang tidak tumbuh akarnyadianggap tidak memiliki akar = 0 mm. Jika pada pengamatan hari kedua setelah (48 jam) tidak tumbuh akarnya (0 mm), dianggap kacang hijau mati. Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja 2.10.

E.     Hasil Pengamatan

1)      Pengaruh deterjen terhadap perkecambahan

 

Tabel 2.10

 

NO

Kosentrasi Larutan Deterjen

Hari ke - 1 (24 jam)

100%

50%

25%

12.5%

6.25%

3.10%

Kontrol

1

0

3

10

10

10

11

12

2

0

2

5

10

10

10

11

3

0

0

3

5

8

9

10

4

0

0

2

4

7

9

10

5

0

0

0

3

7

9

9

6

0

0

0

1

6

7

8

7

0

0

0

0

5

7

8

8

0

0

0

0

4

7

7

9

0

0

0

0

0

5

7

10

0

0

0

0

0

0

3

Jumlah

0

5

20

33

57

74

85

Rata-rata

0

0,25

2,0

3,3

5,7

7,4

8,5

 

 

NO

Kosentrasi Larutan Deterjen

Hari ke - 2 (48 jam)

100%

50%

25%

12.5%

6.25%

3.10%

Kontrol

1

2

3

15

20

22

25

30

2

0

2

14

15

21

24

27

3

0

1

12

14

20

19

22

4

0

0

10

13

18

18

21

5

0

0

7

7

15

16

20

6

0

0

7

4

14

15

20

7

0

0

0

0

14

15

19

8

0

0

0

0

8

14

18

9

0

0

0

0

5

14

17

10

0

0

0

0

0

0

15

Jumlah

2

6

65

73

137

160

209

Rata-rata

0,2

0,6

6,5

7,3

13,7

16

20,9


F.      Pembahasan

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan deterjen dengan berbagai konsentrasi terhadap proses perkecambahan kacang hijau. Deterjen mengandung bahan kimia seperti surfaktan yang dapat merusak membran sel dan mengganggu proses fisiologis tanaman. 

Berdasarkan tabel pengamatan, terlihat bahwa semakin tinggi konsentrasi deterjen, semakin besar pengaruh negatif terhadap perkecambahan. Pada konsentrasi tinggi (100% dan 50%), biji kacang hijau cenderung tidak berkecambah atau menunjukkan gejala kerusakan seperti perubahan warna dan busuk. Pada konsentrasi sedang (25%–12,5%), perkecambahan masih terjadi tetapi lebih lambat dan jumlah kecambah lebih sedikit dibanding kontrol. Sedangkan pada konsentrasi rendah (6,25%–3,1%), pengaruh deterjen relatif lebih kecil, namun tetap menurunkan kualitas pertumbuhan dibanding kontrol. 

 

Hal ini menunjukkan bahwa deterjen dapat menghambat penyerapan air oleh biji, merusak jaringan embrio, serta mengganggu aktivitas enzim yang diperlukan dalam proses perkecambahan. Kontrol (tanpa deterjen) menjadi pembanding yang jelas, di mana perkecambahan berlangsung normal dengan jumlah kecambah lebih banyak dan sehat. 

 

G.    Kesimpulan

 

Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa: 

1.      Deterjen berpengaruh negatif terhadap perkecambahan kacang hijau. 

2.      Semakin tinggi konsentrasi deterjen, semakin besar hambatan terhadap proses perkecambahan. 

3.      Pada konsentrasi rendah, perkecambahan masih terjadi tetapi tidak sebaik kontrol. 

4.      Lingkungan bebas deterjen (kontrol) mendukung perkecambahan optimal.

 

H.    Pertanyaan

1.      Apa fungsi larutan 0 (control) ?

2.      Apa kesimpulan anda bila pada larutan 0 (kontrol) ada kacang hijau yang mati?

3.      Mengapa pertumbuhan kacang hijau didalam gelas harus ditutup dengan kertas kardus?

Jawaban :

1.      Fungsi larutan 0 (kontrol)

Larutan kontrol berfungsi sebagai pembanding. Dengan adanya kontrol (air tanpa deterjen), kita dapat melihat bagaimana perkecambahan kacang hijau berlangsung secara normal. Hasil kontrol menjadi acuan untuk menilai sejauh mana deterjen memengaruhi proses perkecambahan. 

2.      Kesimpulan bila pada larutan 0 (kontrol) ada kacang hijau yang mati

Jika pada kontrol terdapat kacang hijau yang mati, maka kematian tersebut bukan disebabkan oleh deterjen, melainkan faktor lain. Misalnya: kualitas biji yang kurang baik (tidak viable), adanya jamur atau bakteri, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung (suhu, kelembaban, oksigen). Hal ini menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal selain deterjen juga dapat memengaruhi perkecambahan. 

3.      Mengapa pertumbuhan kacang hijau di dalam gelas harus ditutup dengan kertas kardus

Penutupan dengan kertas kardus bertujuan untuk : 

-          Mengurangi intensitas cahaya langsung yang dapat mengganggu proses perkecambahan. 

-          Menjaga kelembaban di dalam gelas agar biji tidak cepat kering. 

-          Melindungi biji dari gangguan luar (serangga, debu, atau kontaminasi).

 

I.       Kesulitan – kesulitan yang kami alamai selama praktikum (Saran dan masukan)

Kesulitan: 

1.      Menjaga kondisi lingkungan tetap stabil (kelembaban, suhu, dan kebersihan media) agar hasil pengamatan tidak bias. 

2.      Mengontrol kualitas biji kacang hijau, karena tidak semua biji memiliki viabilitas yang sama sehingga dapat memengaruhi hasil percobaan. 

Saran dan Masukan

1.      Sebelum percobaan, pilih biji kacang hijau yang sehat, utuh, dan tidak rusak agar hasil lebih konsisten. 

2.      Gunakan wadah dan media yang steril serta lakukan pengamatan secara teliti dan teratur untuk meminimalkan kesalahan. Menempatkan kecambah di lokasi dengan cahaya cukup tetapi tidak langsung terkena panas berlebihan.

  

LINK VIDEO PRAKTIKUM

 

No

Judul kegiatan praktikum

Link Video

1.

Modul 2 Kegiatan Praktikum 2 : Pengaruh Deterjen terhadap Perkecambahan (kacang Hijau)

 

https://youtu.be/nVPP-Zok1Js?si=ta2uIYdcW8KlZ4FU

 

  

 

DAFTAR PUSTAKA

- Rumanta, maman. Dkk, (2025). BMP Modul Praktikum IPA di SD. Universitas Terbuka.

- Campbell, N.A. (2010). Biology. Pearson. 

- Nugroho, S. (2015). Fisiologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.

Komentar