MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA (Ekosistem Darat)
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA
(Ekosistem
Darat)
A. Tujuan Percobaan
·
Membandingkan komponen-komponen yang
terdapat pada ekosistem darat alami dan ekosistem darat buatan
B. Alat dan Bahan
A. Seperangkat alat tulis
B. Loup / Kaca pembesar
C. Aplikasi Barometer di Handphone
D. Lingkungan sekitar
C. Landasan Teori
Hakikat
Ekosistem merupakan suatu satuan fungsional dasar yang menyangkut proses
interaksi dari organisme dengan lingkungannya meliputi aliran energy, rantai /
jarring makanan, siklus biogeokimiawi, perkembangan dan pengendalian.
Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbentuk
dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan
lingkungan fisiknya (komponen abiotik). Dalam ekosistem terjadi interaksi yang
saling memengaruhi, sehingga tercipta keseimbangan. Ekosistem dapat bersifat
alami (terbentuk tanpa campur tangan manusia, misalnya hutan, padang rumput)
maupun buatan (dibentuk oleh manusia untuk tujuan tertentu, misalnya sawah,
kebun, taman).
·
Komponen Ekosistem
-
Biotik : tumbuhan, hewan,
mikroorganisme.
-
Abiotik : tanah, air, udara, cahaya,
suhu.
Keduanya saling berinteraksi melalui aliran
energi dan siklus materi. Produsen (tumbuhan) menghasilkan energi melalui
fotosintesis, konsumen memanfaatkan energi tersebut, dan dekomposer menguraikan
sisa organisme menjadi unsur hara.
·
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem darat alami terbentuk secara
natural tanpa rekayasa manusia. Contoh :
-
Hutan hujan tropis di Indonesia dengan
keanekaragaman flora dan fauna tinggi.
-
Padang rumput yang didominasi tumbuhan
herba dan menjadi habitat hewan pemakan rumput.
Ciri utama ekosistem alami adalah
keseimbangan yang relatif stabil, meskipun tetap dapat berubah akibat faktor
alam (banjir, kebakaran) atau aktivitas manusia.
·
Ekosistem Darat Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang
sengaja diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh :
-
Sawah sebagai ekosistem pertanian
padi.
-
Kebun (misalnya kebun teh, kebun
buah).
-
Taman kota sebagai ruang hijau sekaligus
habitat bagi beberapa jenis burung dan serangga.
Ciri ekosistem buatan adalah adanya campur
tangan manusia dalam pengelolaan, sehingga keseimbangannya lebih rapuh dan
bergantung pada perawatan.
D. Prosedur percobaan (Cara Kerja)
1. Tentukan ekosistem darat alami disekitar tempat tinggal atau sekolah
tempat anda mengajar yang akan kita amati komponen-komponennya.
2. Setelah anda temukan tempatnya, kemudian amati komponen-komponen
abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angina jenis / warna tanah.
3. Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui
keadaan pencahayaan, angin, atau tanah anda dapat memperkirakannya saja.
4. Catat semua pada tabel 2.1 dalam lembar kerja
5. Setelah mengamati komponen abiotic, anda perhatikan komponen biotiknya,
catatlah semua makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
6. Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada, jika dapat
lengkapi dengan nama latinnya.
7. Catat semua jenis hewan sebagai konsumenyang anda temui di ekosistem
tersebut, baik yang tetap maupun yang hanya singgah (hewan terbang).
8. Amati lebih teliti hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat didalam tanah
/ dekat permukaan, disela-sela dau / batang, gunakan kaca pembesar jika perlu.
9. Semua data dicatat pada tabel 2.2 dalam lembar kerja.
10. Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem darat buatan yang ada
disekitar tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar anda.
11. Lakukan semua kegiatan dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 seperti
diatas. Kemudian semua data catat pada tabel 2.3 dan tabel 2.4 dalam lembar
kerja.
12. Buat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem
tersebut.
E. Hasil Pengamatan
1) Komponen abiotik ekosistem darat alami
Tabel 2.1
|
No |
Komponen Abiotik |
Kondisi / Keadaan |
|
1 |
Tanah |
Gembur, berwarna hitam, lembab |
|
2 |
Udara |
Sejuk, berhembus ringan |
|
3 |
Cahaya Matahari |
Cukup terang, intensitas sedang |
|
4 |
Suhu |
Hangat, sekitar 28 – 30 derajat celcius |
2) Komponen Biotik ekosistem darat alami
|
No. |
Jenis Tumbuhan |
Jenis Hewan |
Pengurai |
|
1 |
Pohong papua |
Semut |
Jamur kayu |
|
2 |
Tebu |
Luwi atau luwing |
Cacing Tanah |
|
3 |
Jambu Air |
Kupu – kupu |
Bakteri pengurai |
|
4 |
Rumput Liar |
Lalat |
Rayap |
|
5 |
Pohon Lamtoro |
Ulat |
|
|
6 |
Pohon Nangka |
Kadal |
|
|
|
Pohon Jambu |
Burung |
|
|
|
Pohon Asem |
Belalang Kecil |
|
3) Komponen abiotik ekosistem darat Buatan
Tabel 2.3
|
No |
Komponen Abiotik |
Kondisi / K eadaan |
|
1 |
Tanah |
Gembur, berwarna hitam, lembab |
|
2 |
Air |
Tersedia dipermukaan tanah (sedikit genangan) |
|
3 |
Udara |
Sejuk, berhembus ringan |
|
4 |
Cahaya |
Cukup terang, intensitas sedang |
|
5 |
Suhu |
Hangat, sekitar 28 – 30 derajat celcius |
4) Komponen Biotik ekosistem darat buatan
|
No. |
Jenis Tumbuhan |
Jenis Hewan |
Pengurai |
|
1 |
Jagung |
Semut |
Jamur tanah |
|
2 |
Ketela Pohong |
Capung |
Bakteri tanah |
|
3 |
Rumput Liar |
Kupu – kupu |
Jamur kayu |
|
4 |
Serai |
Ulat |
Rayap kayu |
|
5 |
Pohon Pisang |
Belalang |
|
|
6 |
Pohon Talas |
Kadal |
|
|
7 |
Blimbing Wuluh |
Ayam |
|
|
8 |
Lombok |
Luwing |
|
|
9 |
Kencur |
Ayam |
|
|
10 |
Bawang Dayak |
|
|
|
11 |
Pohon Mangga |
|
|
|
12 |
Bayam |
|
|
|
13 |
Kunyit |
|
|
F. Pembahasan
Ekosistem darat terdiri atas komponen abiotik (tanah,
air, udara, cahaya, suhu) yang berfungsi sebagai faktor pendukung kehidupan,
serta komponen biotik (tumbuhan, hewan, pengurai) yang saling berinteraksi.
Interaksi ini membentuk keseimbangan ekosistem, misalnya tumbuhan sebagai
produsen menyediakan makanan bagi hewan herbivora, sementara pengurai
mengembalikan zat hara ke tanah.
Ekosistem darat buatan merupakan ekosistem yang
sengaja diciptakan manusia untuk tujuan tertentu, misalnya bercocok tanam di
kebun, sawah, atau pot. Komponen abiotik seperti tanah, air, pupuk, dan cahaya
lampu berfungsi mendukung pertumbuhan tanaman. Komponen biotik terdiri dari
tumbuhan yang dibudidayakan, hewan kecil yang hadir secara alami, serta manusia
sebagai pengguna utama. Interaksi antara komponen ini membentuk keseimbangan
ekosistem buatan, meskipun ketergantungannya lebih besar pada campur tangan
manusia dibanding ekosistem alami.
Perbandingan Ekosistem darat alami dan buatan dari
berbagai segi :
1) Asal-usul terbentuk
o
Ekosistem darat alami terbentuk secara
spontan tanpa campur tangan manusia, misalnya hutan, padang rumput, atau sawah
tadah hujan.
o Ekosistem darat buatan sengaja diciptakan dan dikelola manusia untuk tujuan tertentu, seperti kebun, taman, atau sawah irigasi.
2) Komponen abiotik
o
Pada ekosistem alami, faktor abiotik
terdiri dari tanah, air, udara, cahaya, suhu hadir sesuai kondisi lingkungan
setempat.
o
Pada ekosistem buatan, faktor abiotik
sering dimodifikasi atau dikendalikan manusia, misalnya penggunaan pupuk,
penyiraman, atau pencahayaan lampu.
3) Komponen biotik
o
Ekosistem alami memiliki keanekaragaman
tumbuhan, hewan, dan pengurai yang lebih tinggi serta seimbang.
o
Ekosistem buatan biasanya lebih terbatas,
didominasi oleh jenis tumbuhan tertentu yang dibudidayakan, dengan kehadiran
hewan dan pengurai yang lebih sedikit.
4) Peran manusia
o
Pada ekosistem alami, manusia berperan
sebagai bagian dari konsumen atau pengguna tanpa mengatur langsung keseimbangan
ekosistem.
o
Pada ekosistem buatan, manusia berperan
dominan sebagai pengatur, pemelihara, dan pengguna utama hasil ekosistem.
5) Keseimbangan ekosistem
o
Ekosistem alami cenderung stabil karena
interaksi antar komponen berlangsung secara alami.
o
Ekosistem buatan sangat bergantung pada
intervensi manusia; tanpa perawatan, keseimbangannya mudah terganggu.
Perbedaan
utama keduanya terletak pada cara terbentuknya, tingkat keanekaragaman, dan
peran manusia. Ekosistem alami lebih mandiri dan seimbang, sedangkan ekosistem
buatan lebih terkontrol namun bergantung pada campur tangan manusia.
G. Kesimpulan
Ekosistem darat alami menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik. Keseimbangan ekosistem terjaga melalui rantai makanan dan siklus materi yang melibatkan produsen, konsumen, dan pengurai, Sementara Ekosistem darat buatan menunjukkan adanya hubungan antara faktor abiotik dan biotik yang dikendalikan oleh manusia. Tanaman sebagai produsen dimanfaatkan oleh manusia, sementara hewan kecil dan pengurai tetap berperan menjaga keseimbangan lingkungan.
Ekosistem darat alami lebih mandiri dan stabil karena
terbentuk dari interaksi alami, sedangkan ekosistem darat buatan lebih
terkontrol namun bergantung pada manusia.
H. Jawaban Pertanyaan
·
Menurut pendapat anda ekosistem manakah
yang mempunyai jenis komponen biotik lebih banyak? Mengapa demikian? Jelaskan
secara singkat!
Jawaban :
Menurut saya, ekosistem darat alami
memiliki jenis komponen biotik yang lebih banyak dibandingkan ekosistem darat
buatan.
Alasannya karena Ekosistem alami terbentuk
tanpa campur tangan manusia, sehingga keanekaragaman tumbuhan, hewan, dan pengurai
lebih tinggi dan beragam. Sementara Interaksi antar makhluk hidup berlangsung
secara alami, sehingga rantai makanan dan jaring-jaring makanan lebih
kompleks.
Sebaliknya, ekosistem buatan biasanya hanya
berfokus pada jenis tertentu (misalnya tanaman budidaya), sehingga
keanekaragaman biotik lebih terbatas dan bergantung pada manusia.
Singkatnya, ekosistem alami lebih kaya
komponen biotik karena berkembang secara bebas sesuai kondisi lingkungan,
sedangkan ekosistem buatan cenderung homogen akibat pengelolaan manusia.
I. Kesulitan – kesulitan yang kami alamai selama praktikum (Saran dan
masukan)
Kesulitan – kesulitan :
1) Pengamatan lapangan kadang terbatas oleh waktu dan cuaca, sehingga tidak
semua komponen ekosistem dapat diamati dengan jelas.
2) Identifikasi jenis tumbuhan dan hewan sering menyulitkan karena
keterbatasan pengetahuan siswa atau tidak adanya label.
3) Keterbatasan media dan alat (misalnya pot, pupuk, atau pencahayaan
buatan) dalam ekosistem buatan membuat hasil pengamatan kurang optimal.
4) Interaksi antar komponen biotik tidak selalu terlihat langsung, sehingga
sulit menjelaskan hubungan ekologi secara nyata.
Saran dan Masukan
1. Sebelum praktikum, lakukan
pengenalan singkat tentang jenis tumbuhan, hewan, dan pengurai yang umum
ditemukan di sekitar sekolah.
2. Gunakan alat bantu sederhana seperti
kaca pembesar atau kamera untuk memperjelas pengamatan.
3. Praktikum sebaiknya dilakukan di
lingkungan sekitar sekolah agar lebih relevan dan mudah diakses.
LINK
VIDEO PRAKTIKUM
|
No |
Judul kegiatan praktikum |
Link
Video |
|
1. |
Modul 2 - Kegiatan Praktikum 1 : Ekosistem darat alami
dan buatan |
|
DAFTAR PUSTAKA
- Rumanta, maman. Dkk, (2025). BMP Modul
Praktikum IPA di SD. Universitas Terbuka.
- Campbell, N.A. (2010). Biology.
Pearson.
- Nugroho, S. (2015). Fisiologi Tumbuhan.
Gadjah Mada University Press.
Komentar